Bakmi Jawa Mbah Dumuk Sleman

Menikmati bakmi mbah dumuk seperti mengingatkan saya pada kejadian beberapa tahun lalu, ketika saya masih SD saya sering diajak bapak ke kantornya untuk sekadar menemani lembur. Hingga larut malam bapak mungkin tidak tega melihat saya kelaparan dan berinisiatif membelikan saya makanan. Pada waktu itu, makanan yang paling sering dibeli bapak untuk saya adalah nasi padang dan bakmi jawa mbah dumuk.


Kemarin minggu tepatnya tanggal 31 Mei 2010, saya berkesempatan lagi mencicipi bakmi mantab yang satu ini bersama keluarga. Sore yang diguyur hujan membuat naluri ingin menyantap sesuatu yang hangat. Dan, bakmi mbah dumuk lah pilihan yang tepat!


Hampir sekitar 7 tahun saya tidak menikmati kelezatan dari bakmi mbah dumuk yang sangat bersejarah dan melegenda di sleman ini. pada hari minggu itu alhamdulillah saya berkesempatan lagi untuk bernostalgia have a dinner di bakmi mbah dumuk yang berlokasikan di Jalan Magelang Km.12 dekat pasar sleman.








Saya dan bapak memesan bakmi godhog, ibu memesan bakmi campur, dan ratna memesan nasi goreng makanan favoritnya. Memang menunggu agak lama karena memang banyak antrian yang baik beli dimakan ditempat dan dibawa pulang. Saat bakmi datang saya benar- bener ada pada irama nostalgi yang sangat saya rindukan. Bakmi mbah dumuk tidak banyak berubah. Rasanya masih sama seperti yang dulu, tekstur bakmi yang lembut dan bumbu yang pas. Benar- benar memiliki citarasa tersendiri. Harganya pun masih sangat terjangkau, hanya Rp 7.000 saja anda bisa menikmati sepiring menu bakmi jawa yang mantab dan ajipp. Oiya, saya sempat memotret bakmi godhog saya dan akan saya share di blog ini. Saya juga menyempatkan buat googling review tentang bakmi mbah dumuk ini dan mendapatkan beberapa gambar dari blog mas sulastama rahardja ini : http://kulineronline.wordpress.com/2010/01/11/mbah-dumuk-legenda-bakmi-jawa-di-sleman/. Terima kasih mas reviewnya... benar- benar penikmat kuliner sejati :))


Ini dia bakmi legendaris mbah dumuk sleman (maaf untuk nasi goreng ga dapet gambarnya >,< ) :




bakmi goreng campur
(bakmi yang paling sering saya makan, IMHO ini adalah menu
yang paling mantab surantab dan andalan dari bakmi mbah dumuk )






bakmi goreng
(belum pernah nyoba saya mah, tapi pengen jugaa nyobain kapan2... ^^)






bakmi godhog
(ini juga mantabb, suegeerr reekk ! kalo kemaren saya pas makan disana, penyajiannya memakai mangkok seperti gambar dibawah ini)




bakmi godhog versi 31 mei 2010
(maaf gambar agak buram, teknologi kamera VGA yang pas- pasan :D)




Oiya, blog mas sulastama juga menjelaskan bahwa beberapa pejabat pernah menjadi langganan warung bakmi mbah dumuk ini, antara lain :
  • Mantan Bupati Sleman, Ibnu Subiyanto
  • Gusti Prabukusumo
  • Mantan Menteri, Abdul Latief
Wow.. lumayan tersohor juga rupanya, tak heran warung ini tak pernah sepi pengunjung. ;) Aahhh... bikin postingan ini rasanya malah jadi ngidam saya maahhh.. aww awww aaaww... huhuuu... lapeerrr euuyyy..... !! >,<

BAJU BATIK



Baju Batik merupakan baju atau pakaian khas Indonesia yang bahan nya dari kain Batik. Baju Batik sekarang banyak diburu bahkan menjadi koleksi oleh semua kalangan, tidak memandang status jabatan dan usia. Apalagi setelah baju batik ditetapkan sebagai warisan budaya bangsa Indonesia oleh UNESCO. Sebagai bangsa Indonesia kita patut bersyukur karena penetapan ini merupakan sebuah penghargaan yang tinggi bagi bangsa dan masyarakat Indonesia.
Langsung ingin berbelanja Baju Batik ? Silahkan klik berikut =
1. Baju Batik Pria (Kemeja/Hem)
2. Baju Batik Wanita (Blus)
Selain Baju Batik, kami juga menyediakan Bahan Batik Seragam (bisa di pasang gambar logo Instansi / Perusahaan) dan Kain Batik (untuk seragam keluarga saat acara Wisuda/Pernikahan/dll)
Baju Batik banyak sekali motifnya. TokoKerajinanJogja.com special menyediakan baju batik yang bisa dibeli secara online, yaitu baju batik online khas Jogjakarta. Anda tinggal memilih baju batik yang cocok (baik kemeja batik / hem batik untuk pria maupun blus batik untuk wanita).


Baju Batik di Indonesia
Pada awalnya baju batik kerap dikenakan pada acara acara resmi untuk menggantikan jas. Tetapi dalam perkembangannya apda masa Orde Baru baju batik juga dipakai sebagai pakaian resmi siswa sekolah dan pegawai negeri (batik Korpri) yang menggunakan seragam batik pada hari Jumat. Perkembangan selanjutnya batik mulai bergeser menjadi pakaian sehari-hari terutama digunakan oleh kaum wanita. Pegawai swasta biasanya memakai batik pada hari kamis atau jumat.
Baju batik Indonesia juga dikenakan di Malaysia
Setiap hari Kamis, semua pegawai negeri lelaki di Malaysia diharuskan memakai baju batik mulai 17 Januari 2008. Ketua Pengarah Jabatan Perkhidmatan Awam Tan Sri Ismail Adam telah membagikan kepada semua jabatan kerajaan.
Sebelum ini peraturan memakai baju batik hanya pada hari Sabtu saja. Kemudian diubah kepada hari ke-1 dan hari ke-15 setiap bulan.

Batik



Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik

Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal.[2]. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.[3]

Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. [2]Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.[4]

G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.[4]

Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.[5] Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.

Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.[2]

Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa batik bersama mereka.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...