|
|
|---|
|
|
|---|
Repost: Biaya mematenkan motif batik masih mahal
ramayana ballet
BJ-BTK-001 BAJU BATIK RAMA-1 | Rp.50.000,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-002 BAJU BATIK TULIS LUNA MAYA | Rp.50.000,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-003 BAJU BATIK KERAH KERUT | Rp.40.000,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-004 BAJU BATIK KIMONO | Rp.37.500,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-005 BAJU BATIK RAMA-2 | Rp.50.000,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-006 BAJU BATIK TERUSAN | Rp.40.000,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-007 BAJU BATIK ATASAN KIMONO | Rp.37.500,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-008 BAJU BATIK ATASAN KERAH BORDIR 1 | Rp.37.500,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-010 BAJU BATIK ATASAN KERAH TUMPUK | Rp.37.500,00 Hubungi Kami | |
BJ-BTK-011 BAJU BATIK ATASAN RIMPEL DEPAN | Rp.37.500,00 Hubungi Kami |
Atasan Batik Cantik Modern Betta No. 2
baju batik, baju batik jogja, sprei batik, sprei katun, banyak koleksi, banyak pilihan, aneka souvenir juga ada, harga murah, bahan bagus, kwalitas terjamin.
BJ-BTK-120 BAJU BATIK PUTRI LIA
KODE : BJ-BTK-120 NAMA : BAJU BATIK PUTRI LIA UKURAN : ALLSIZE HARGA : Rp.40000
Koleksi Batik untuk anda", aneka ragam produk batik bisa di dapatkan
di sini, baju batik, hem batik, sarimbit batik (baju batik pasangan cowok-cewek/suami-istri),
baju batik seragam, kain batik, syal batik, tas batik, korden batik, sarung bantal batik,
sprei batik, taplak meja batik, kaos batik, baju batik muslim, dan lain sebagainya.
hem batik fenta
blouse batik simbata
hem batik afi
blouse batik sofi
Rancangan Busana Batik Terbaru dari Ramli



Dalam Rangkaian mengangkat kain Tradisional Indonesia, Ramli salah satu designer terkemuka Indonesia kembali menggelar rancangannya. Pagelaran kali ini mengangkat khazanah Batik Madura, Bengkulu, Cirebon dan Betawi. Dengan tanpa mengubah warna dominan dari asli dari masing-masing kain, Ramli yang memiliki ciri khas dengan garis lurus, elegan dan feminim berhasil memodifikasi motif di atas bahan yang mayoritas terbuat dari bahan katun, sifon dan sutra, menjadi busana-busana yang indah.


Poppy Selviani Gusriharso
Dari Ramli untuk Indonesia

Kembali, designer kita Ramli mengeluarkan design terbarunya yang terinspirasi dari keindahan kain batik Nusantara. Kali ini corak batik yang dipilih Ramli lebih unik dan tidak hanya mengeksplorasi kekayaan batik Solo, Jogya atau Cirebon. Ramli juga memilih, Kain besurek batik dari Bengkulu, Batik Sampang dari Madura dan Batik Betawi.
Batik basurek motifnya berangkat dari huruf kaligrafi, sekilas kita akan melihtanya seperti tulisan kaligrafi tetapi tanpa arti khusus. Dari Lampung, batik dikombinasikan dengan sulam tapis, dari Madura muncul batik daerah Sampang berbahan sutra dan katun, dan dari Jakarta muncul batik bermotif baru.
”Saya mendapat batik bertema Ciliwung, Cincau, Tangkiwood, Burung Hong, sampai Lereng Ondel-ondel,” kata Ramli yang pergelarannya bekerja sama dengan Dekranasda DKI Jakarta.
Motif batik Betawi tersebut ciptaan Badan Pengelola Lingkungan Industri dan Permukiman (BPLIP) Pulo Gadung, saat ini ada 24 motif. Husaini dari BPLIP mengatakan, motif baru itu inspirasinya dari cerita rakyat (folklore) Betawi.
Motif Cincau, yang namanya menggambarkan minuman berbahan daun cincau, berwarna hijau muda dengan motif seperti pucuk rebung kuning, dipadu kembang asem latar cokelat. Idenya, penjual cincau kerap beristirahat di bawah pohon asam.
Motif Burung Hong, burung bersifat mitologi, menggambarkan pengaruh China, sementara motif Tangkiwood idenya berasal dari perkampungan para artis Betawi yang masih berjaya hingga tahun 1980-an. Motif Ciliwung menggambarkan aliran sungai dengan ganggang dan ikan, sedangkan Lereng Ondel-ondel berasal dari atraksi khas Betawi.
Favoritku adalah kain besurek yang didesign menjadi rok yang anggun, dipadu dengan blus kebaya yang cantik sekali dengan inspirasi busana Melayu Sumatra.
Poppy Selviani Gusriharso
Batik untuk yang muda


Nah, biar ga boseeen dengan model batik yang itu-itu terus dan modelnya rameee banget di pasaran... mari kita coba model yang ini. Kereeen kan? Beda?! Boleh donk....
Aku sukaaaa semua design batik diatas. Hmmm mau pakai yang mana ya?
Diposting oleh pengelola blog Indonesian Royal Heritage; Poppy Gusriharso











